Mengurus Perpanjangan SIM

Tidak terasa masa berlaku SIM sudah mau habis, mumpung hari Sabtu dipakai untuk perpanjangan SIM. Kali ini saya memperpanjang SIM di Pasar Segar, Cinere. Berangkat jam 8.30 dari rumah, lima belas menit sudah sampai di Pasar Segar. Karena tidak tahu persis tempatnya, bertanya ke abang penjual sate di depan pintu selatan dan diarahkan ke lantai 2. Tempatnya mudah terlihat dan ternyata sudah banyak yang datang.

Sampai di sana bertanya tahapan proses perpanjangan SIM kepada petugas yang berjaga. Tahap pertama adalah Tes Kesehatan. Di loket ini hanya menyerahkan KTP untuk difoto copy. Setelah menunggu sekitar 15 menit lalu dipanggil untuk tes kesehatan. Materinya hanya tes buta warna dan mengukur tensi. Di ruangan tersebut juga ada peralatan untuk tes rabun mata, tetapi saya hanya ditanya apakah ada gangguan pengelihatan dan apakah ada keluhan. Kebetulan saya memperpanjang SIM A dan C maka dikenakan biaya dua kali masing-masing 50 ribu rupiah dan biaya foto copy dua ribu rupiah.

Setelah selesai Tes Kesehatan lanjut ke Loket Pembayaran dengan menyerahkan hasi Tes Kesehatan dan menunjukkan SIM lama. Di sini saya membayar 245 ribu untuk perpanjangan SIM A dan SIM C. Saya lihat hanya bisa membayar cash, tidak ada fasilitas pembayaran dengan menggunakan kartu debit. Dari loket ini diberikan kartu asuransi dari Jasa Raharja. Karena perpanjangan 2 buah SIM, maka saya juga mendapatkan 2 kartu asuransi.

Kemudian saya diarahkan ke ruang tunggu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, setiap orang harus membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan dan wajib pakai masker. Tempat duduk juga diatur dengan jarak yang aman, Di ruang tunggu ini cukup membosankan, meskipun sudah disediakan siaran TV Indihome dan tempatnya nyaman. Menjelang jam 11 akhirnya dipanggil masuk ke ruang foto sekitar 10 orang.

Di ruang foto ini terdapat dua tenpat foto dan ternyata antri lagi. Sebelum difoto data peserta dibacakan, jika ada yang salah entry, misalnya salah nama, maka data diperbaiki dulu oleh bagian lain dan antrian lanjut ke berikutnya, dan pemohon yang datanya salah harus menunggu. Setelah diambil foto, lalu tanda tangan di signature pad dan merekam sidik jari satu per satu mulai dari jempol, telunjuk, jari tengah, dan jari manis.

Saya kira cukup hanya sekali foto dan bisa dipergunakan untuk data SIM A dan SIM C, tetapi ternyata harus dilakukan dua kali proses yang sama. Setelah itu kembali ke ruang tunggu dampai SIM selesai dicetak.

Setelah sekitar dua puluh menit akhirnya SIM jadi dan sebelum pintu keluar mengisi tanda terima dan ditawari anti gores dengan membayar sepuluh ribu untuk masing-masing SIM. Demikian cerita perpanjangan SIM hari ini. Kalau dihitung untuk perpanjangan SIM A dan SIM C habis total Rp. 370.000,- dan butuh waktu selama 3 jam.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *