Siklus Kehidupan

Pada saat baru dilahirkan kita belum bisa mandiri, masih sangat tergantung dengan lingkungan sekitar terutama dengan orang tua. Perlahan-lahan mulai mencapai kemandirian secara bertahap. Pada awalnya untuk makan dan minum harus dibantu/disuapin, demikian juga untuk berpindah tempat harus dibantu karena belum bisa berjalan. Fase selanjutnya ketika sudah mandiri untuk makan dan minum, serta bisa berjalan, mulai mengenyam pendidikan.

Fase pendidikan cukup lama, sekitar 21 tahun untuk sampai pada jenjang strata 1. Maka sekitar usia 25 tahun baru bisa mencari nafkan untuk menghidupi diri sendiri.  Tantangan hidup berikutnya, ketika sudah memiliki penghasilan, maka harus bisa mengelola dengan baik supaya penghasilan tersebut dapat mencukupi untuk:

Kebutuhan Sendiri

Keinginan Sendiri

Cicilan-cicilan

Biaya Pendidikan Anak

Investasi Bisnis

Kebutuhan Keluarga

Tabungan Hari Tua

Biaya Kesehatan

Dengan bertambahnya penghasilan (income), biasanya juga ikut bertambah biaya-biaya tersebut akibat bertambahnya anggota keluarga yang harus ditanggung ataupun karena faktor inflasi. Secara normal biasanya penghasilan akan dapat dikumpulkan hingga usia pensiun, sekitar usia 55 tahun. Maka hanya punya waktu sekitar 30 tahun untuk mengumpulkan penghasilan.

Selama kurun waktu tersebut tentu saja terdapat berbagai resiko yang tidak dapat dihindarkan yang sangat mungkin akan terjasdi, bahkan sebagian sudah pasti akan terjadi. Resiko-resiko tersebut dapat menyebabkan penghasilan berkurang atau bahkan berhenti sama-sekali, tergantung resiko yang terjadi. Resiko-resiko tersebut secara mudah dapat dibuat dalam akronim SK CAMAT yaitu:

Sakit
Kecelakaan
Cacat
Kematian
Tua

Lalu bagaimana caranya supaya ketika terjadi resiko-resiko tersebut penghasilan tidak terganggu, atau kalau pun misalnya terganggu, pengaruhnya hanya sedikit saja? Apakah anda punya solusinya? Kalau tertarik boleh WA saya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *