<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kadek Sugi</title>
	<atom:link href="http://www.kadeksugi.info/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kadeksugi.info</link>
	<description>           </description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Dec 2011 01:41:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kisah Monyet dan Angin..</title>
		<link>http://www.kadeksugi.info/2011/12/kisah-monyet-dan-angin/</link>
		<comments>http://www.kadeksugi.info/2011/12/kisah-monyet-dan-angin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 01:41:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kadeksugi.info/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon klapa.
Dia nggak sadar lagi diintip sama tiga angin gede.
Angin Topan, Tornado dan  Bahorok.
Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dr pohon kelapa.
Angin Topan bilang,
dia cuma perlu waktu 45 detik.
Angin Tornado nggak  mau kalah, 30 detik, katanya.
Angin Bahorok senyum ngeledek dan bilang,15 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon klapa.<br />
Dia nggak sadar lagi diintip sama tiga angin gede.<br />
Angin Topan, Tornado dan  Bahorok.</p>
<p>Tiga angin itu rupanya pada ngomongin, siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dr pohon kelapa.</p>
<p>Angin Topan bilang,<br />
dia cuma perlu waktu 45 detik.<br />
Angin Tornado nggak  mau kalah, 30 detik, katanya.<br />
Angin Bahorok senyum ngeledek dan bilang,15 detik juga jatuh tuh monyet.</p>
<p>Akhirnya satu persatu ktiga angin itu maju.</p>
<p>Angin TOPAN duluan,<br />
Z&#8230; dia tiup sekenceng2nya, Wuuusss…<br />
Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung megang batang pohon kelapa, Dia pegang sekuat2 nya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh2 si monyet. Angin Topan pun nyerah.</p>
<p>Giliran Angin TORNADO.<br />
Wuuusss… Wuuusss…<br />
Dia tiup sekenceng2nya. Ngga jatuh juga tuh monyet.<br />
Angin Tornado jg nyerah.</p>
<p>Terakhir, Angin BAHOROK. Lebih kenceng lagi dia tiup.<br />
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kenceng pegangannya.<br />
Nggak jatuh-jatuh.</p>
<p>Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin,<br />
si monyet memang jagoan. Tangguh.<br />
Daya tahannya luar biasa.</p>
<p>Ngga lama, datang angin Sepoi-Sepoi.<br />
Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan ît? diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.</p>
<p>Nggak banyak omong, angin SEPOI-SEPOI langsung niup ubun-ubun si monyet. Psssss…<br />
Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia trus lepas lah pegangannya<br />
Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.</p>
<p>Moral of the story :</p>
<p>Boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN…<br />
Dicoba dengan Penderitaan…<br />
Didera Malapetaka&#8230; Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya&#8230;</p>
<p>Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN&#8230; KESENANGAN&#8230; KELIMPAHAN&#8230;<br />
Disinilah kejatuhan itu terjadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kadeksugi.info/2011/12/kisah-monyet-dan-angin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>VirtaPay</title>
		<link>http://www.kadeksugi.info/2011/03/virtapay/</link>
		<comments>http://www.kadeksugi.info/2011/03/virtapay/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 01:55:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kadeksugi.info/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[VirtaPay.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.virtapay.com/r/sbeningmbun">VirtaPay</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kadeksugi.info/2011/03/virtapay/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merayakan Karunia Tuhan,  Rayakan Pluralisme</title>
		<link>http://www.kadeksugi.info/2010/10/merayakan-karunia-tuhan-rayakan-pluralisme/</link>
		<comments>http://www.kadeksugi.info/2010/10/merayakan-karunia-tuhan-rayakan-pluralisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 06:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kadeksugi.info/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Budi Sepang
Bapak-bapak, Ibu-ibu dan sahabat-sahabat saya sekalian,
Saya berdiri disini dan saya ingin memulai pembicaraan penuh keakraban malam ini dengan mengatakan bahwa, meskipun tidak terlalu religius, saya adalah penganut Hindu. Saya telah mendengar nama-nama undangan malam ini, dan saya mengetahui dengan jelas bahwa sebagain daripadanya beragama islam, sebagian kristen, sebagian budha. Mungkin ada juga aliran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Budi Sepang</p>
<p>Bapak-bapak, Ibu-ibu dan sahabat-sahabat saya sekalian,</p>
<p>Saya berdiri disini dan saya ingin memulai pembicaraan penuh keakraban malam ini dengan mengatakan bahwa, meskipun tidak terlalu religius, saya adalah penganut Hindu. Saya telah mendengar nama-nama undangan malam ini, dan saya mengetahui dengan jelas bahwa sebagain daripadanya beragama islam, sebagian kristen, sebagian budha. Mungkin ada juga aliran kepercayaan, bahkan mungkin  ada yang tidak beragama. Mungkin kedepannya, dalam pidato-pidato resmi, kita juga perlu menambah satu kosakata baru : umat tidak beragama. Tentu saja saya tidak ingin membahas umat tidak beragama itu disini.</p>
<p>Sebagaimana juga saya tidak akan membahas mengapa saya beragama Hindu, atau mengapa hadirin ada yang beragama islam, kristen, budha, khong hu cu dan lainnya. Bagi saya yang beragama Hindu, mendengar teman sebelah beragama islam atau kristen, adalah sama indahnya dengan mendangar bahwa istri saya adalah seorang perempuan, sementara saya adalah seorang laki-laki.</p>
<p><span id="more-149"></span></p>
<p>Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian,</p>
<p>Akhir-akhir ini kita memang merasakan kepenatan luar biasa ketika disuguhi berbagai macam berita yang mengusik nurani kita, yang ironisnya banyak diantaranya dipicu oleh, yang katanya berlatar belakang agama  : ada pembakaran kitab suci oleh suatu kelompok untuk menunjukkan kebenciannya pada kelompok lain. Ada orang menyakiti orang lain hanya karena orang lain itu hendak beribadah dengan cara yang berbeda. Bahkan, konon ada orang merobohkan patung karena menganggap patung dapat merusak iman. Banyak orang merasa telah memiliki kavling sorga, dan memvonis kelompok lain sebagai calon penghuni kerak neraka.</p>
<p>Khusus mengenai klaim terakhir ini, saya lebih setuju dengan Ted Turner, pemilik CNN, yang dalam suatu pertemuan puncak para pemimpin agama dunia yang disponsori oleh PBB, mengatakan bahwa ia tidak ingin masuk surga. Surga sangat sepi, katanya, karena hanya diisi oleh orang-orang dari sektenya sendiri yang jumlah pengikutnya sedikit. Sedangkan sebagian besar umat manusia dimasukkan neraka oleh tuhan sektenya. Mungkin karena itu, Ted akhirnya membangun kerajaan media – bukan kerajaan surga.</p>
<p>Dalam konteks ke-Indonesia-an, saya melihat, sesungguhnya sikap merasa benar sendiri dan menafikan keberadaan yang lain bukanlah sifat asli kita sebagai orang Indonesia. Bangsa ini berdiri diatas tanah yang didalamnya mengandung sejarah panjang tentang sikap toleran, hormat-menghormati, menghargai bahkan menerima berbedaan sebagai suatu karunia. Jauh sebelum Indonesia berdiri, pada masa Kerajaan Majapahit, telah tercetus semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Prinsip yang secara formal masih digunakan sampai sekarang oleh bangsa Indonesia sebagai pegangan hidup, meski dalam beberapa saat terakhir terasa mulai memudar pengaruhnya.</p>
<p>Dalam konteks pluralisme agama, saya tentu tidak berharap orang muslim mempercayai bahwa agama Hindu adalah agama yang terbaik, sebagaimana saya juga tidak dapat menganggap bahwa agama Kristen adalah yang terbaik atau yang lebih benar. Pluralisme tidak bicara tentang tingkat-tingkat kebenaran. Pluralisme harusnya bicara tentang sikap keterbukaan. Terbuka bahwa perbedaan itu adalah nyata, terbuka menerima bahwa selain saya ada orang lain. Lebih dari sikap toleransi yang berarti sekedar membiarkan dan menghormati orang lain yang memiliki faham berbeda, pluralisme  bahkan lebih jauh, ia mengakui, menerima dan secara aktif mendorong orang lain agar tetap pada identitas dan keyakinannya yang unik dan berbeda tersebut.</p>
<p>Bagi saya, pengakuan pada pluralisme adalah wujud dari keberadaban kita, wujud penghormatan kita pada Tuhan Yang Esa, yang menciptakan semua yang ada, termasuk menciptakan perbedaan-perbedaan. Karena kalau benar DIA maha segalanya, maka tentulah bila DIA berkehendak menghilangkan segala perbedaan, hal itu dengan mudah dapat dilakukannya. Tapi kenyataannya tidak. Dalam tubuh setiap agama sendiri, terdapat ratusan bahkan mungkin ribuan aliran/sekte yang masing-masing berbeda cara dan pemahamannya. Pada tingkat yang paling individual, mungkin jumlah agama di dunia hampir sama dengan jumlah manusia yang ada, karena setiap orang berhak dan dapat memiliki pengalaman pribadi dengan Tuhan, sesuai tingkat, cara dan kualitas pencariannya, yang tentunya masing-masing bersifat unik.</p>
<p>Saya berharap, tidak ada satupun diantara kita yang membayangkan perdamaian dunia hanya bisa dicapai dengan runtuhnya semua agama lain dan penganut-penganutnya berpindah ke satu agama. Saya tidak berharap semua orang Islam menjadi Hindu, orang Kristen menjadi Hindu, Budha menjadi Hindu, orang tidak beragama menjadi Hindu. Saya tidak memperoleh keuntungan apapun, baik secara religius maupun secara sosial dengan berpindahnya semua orang menjadi penganut Hindu. Pun tak ada ganjaran sorga dari Tuhan bila saya berhasil mengkonversi seorang non-Hindu menjadi Hindu, selain mungkin hal itu cukup baik bagi pemenuhan ego saya. Ego yang seharusnya dibuang, bukan dipupuk dan dipenuhi tuntutan-tuntutannya.</p>
<p>*Bagaimana Hindu memandang Pluralisme*</p>
<p>Karena saya penganut Hindu, ijinkan saya secara khusus melihat pluralisme ini dari kacamata Hindu. Sejak berdiri ribuan tahun yang lalu, agama Hindu telah mengalir menjadi ribuan sampradaya, sekte, bahkan beberapa diantaranya tumbuh menjadi agama baru. Kami samasekali tidak melihat hal itu sebagai ancaman. Ketika ajaran-ajaran sang Budha dijadikan sebagai agama baru oleh pengikutnya, kami justru menghormatinya dengan menjadikannya sebagai Avatara, utusan Tuhan yang turun ke dunia untuk menyampaikan kebenaran.</p>
<p>Di tanah kelahirannya, India, dua agama besar ini hampir tidak pernah terjadi perselisihan. Saya tidak tahu persis, apakah di India ada peraturan mendirikan rumah ibadah sejenis peraturan tiga menteri yang ada di Indonesia. Tapi yang jelas, dengan pemahaman pluralisme yang fundamental ini, masyarakat India yang mayoritas beragama Hindu mampu menunjukkan kepada dunia, bahwa mereka pernah memiliki seorang presiden beragama islam, perdana menteri beragama sikh, dan pemimpin partai terbesar beragama katolik.</p>
<p>Darimanakah kearifan masyarakat India itu berasal ? Saya kira jawabannya jelas, dari nilai-nilai yang dianutnya. Nilai yang dipengaruhi oleh apa yang kami sebut sebagai sanathana dharma. Ijinkan saya mengutip satu cloka saja dari Bhagavad Gita :</p>
<p>Bhagavad Gita IX.29 mengatakan :</p>
<p>Samo ‘ham sarvo bhutesu<br />
na me dvesyo ‘sti na pryah<br />
ye bhajanti tu mam bhaktya<br />
mayite tesu ca ‘pyaham”.</p>
<p>“Aku adalah sama bagi semua makhluk,<br />
bagiKu tidak ada yang terbenci dan terkasihi,<br />
namun bagi mereka yang menyembahku dengan setulus hati,<br />
maka mereka ada pada- Ku dan Aku ada pada mereka”</p>
<p>Saya menyukai cloka ini, karena selain indah, ia juga menggambarkan Tuhan yang sesuai dengan selera, kearifan dan kemanusiaan saya, yaitu Tuhan yang menempatkan dirinya secara netral, IA bukan milik sekelompok orang sambil memusuhi kelompok lain. IA menerima siapapun yang datang, tentunya sesuai dengan tingkat, cara dan kualitas pencariannya. Dengan berpegang pada ajaran ini, dan berpegang pada nurani, kearifan dan kemanusiaan, saya dengan senang hati mengatakan, bahwa kami merayakan pluralisme bahkan sejak kelahiran kami. Cloka yang saya kutip diatas hanyalah satu dari sekian banyak cloka yang bertaburan di sekujur tubuh Veda, dengan pesan yang sama, bahwa perbedaan adalah keniscayaan.</p>
<p>Terlalu banyak contoh di dunia ini yang menegaskan bahwa pluralitas adalah sesuatu yang alamiah, niscaya, dan terlebih dari itu, indah. Bayangkan bila semua hal diatas bumi ini sama : sama bentuknya, sama sifatnya, sama keyakinannya, saya justru membayangkan akan terjadi lebih banyak kekacauan dari bumi yang kita huni hari ini. Saya berpendapat, kekacauan, peperangan, perselisihan, pertengkaran, tidaklah disebabkan oleh perbedaan, melainkan oleh cara pandang dan respon kita pada perbedaan tersebut. Dan sesungguhnya, kita telah diberikan bekal yang lengkap oleh Sang Pencipta untuk merespon perbedaan-perbedaan tersebut agar ia tetap pada fungsi utamanya yaitu memperkaya dan memper indah, bukan menghancurkan.</p>
<p>Bekal tersebut adalah sifat-sifat dasar kita sebagai manusia, yang didalamnya terdapat sifat-sifat Tuhan, yang dalam bahasa Veda kami sebut : satyam- sivam- sundaram, baik-indah-benar.  Bila kami meyakini ungkapan “Vasudeva Khutumbhakam”, semua manusia bersaudara, dan juga “tat twam asi”, aku adalah kamu dan kamu adalah aku, lalu dimanakah terdapat ruang untuk saling menegasikan, saling menyakiti, hanya karena kita berbeda, yang juga telah diterima sebagai keniscayaan</p>
<p>*Tantangan*</p>
<p>Meskipun kita meyakini, mendorong dan membuktikan komitmen kita pada perbedaan, tapi kita tidak menutup mata, bahwa diujung perbedaan yang paling ekstrim, ada kelompok-kelompok yang menempatkan perbedaan sebagai ancaman. Namun demikian, karena kita sudah berkomitmen untuk menghargai perbedaan, maka kita juga harus menghargai bilapun ada orang yang mengaggap kita sebagai “sesat”, sepanjang anggapan tersebut tidak diwujudkan dalam bentuk penghinaan apalagi ancaman.</p>
<p>Inilah fenomena yang terlihat semakin menguat dan mengkhawatirkan akahir-akhir ini. Di negara yang berketuhanan yang maha esa ini, saat ini rasanya jauh lebih mudah mendirikan minimarket dengan segala macam merk dan brand  ketimbang mendirikan tempat suci. Ini adalah tantangan berat bagi kita semua yang menghargai pluralisme. Tapi demi menjunjung kearifan dan keadilan, semestinya kita juga bisa memahami, bahwa kita tidak membutuhkan tempat suci sebanyak minimarket.</p>
<p>Kita membutuhkan kemampuan untuk menahan diri, menghormati, menghargai perbedaan dan mendorong orang lain tetap pada identitas dan keyakinannya tanpa perlu merasa tergoda untuk mengkonversi. Selama kita masih tergoda untuk melakukan konversi maka pluralisme yang kita bicarakan masih merupakan pluralisme semu dan pura-pura. Pada banyak kasus, saya melihat kekerasan fisik adalah ujung dari sebuah proses panjang bernama konversi ini. Konversi adalah wujud dari pemahaman dan dukungan yang semu pada pluralisme. Kita tak sungguh-sungguh rela melihat perbedaan, kita tergoda untuk menyatukan, entah karena dorongan religius (mengejar sorga atau sekadar ingin ”menyelamatkan”), atau karena egoisme semata.</p>
<p>*SERUAN*</p>
<p>Oleh karenanya, Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, dalam forum yang berbahagia ini, saya mengajak kita semua untuk benar-benar merayakan pluralisme dengan sepenuh hati. Saya bahagia menjadi Hindu, sebagaimana saya bahagia melihat sahabat saya tetap menjadi muslim, kristen, katolik, budha dan lainnya. Sebagai wujud dukungan, perjuangan dan perayaan pluralisme kita, saya berharap kita bisa menyepakati setidaknya 2 hal :</p>
<ul>
<li>Pertama : buang jauh-jauh agenda konversi</li>
<li>Kedua : buang jauh-jauh istilah-istilah yang merendahkan keyakinan orang lain, seperti dikotomi agama bumi-agama langit, kafir, dsb. Buang dari kurikulum, buang dari kosakata keseharian.</li>
</ul>
<p>Setelah menyepakati 2 hal tersebut, mari kita bersama melangkah ke agenda selanjutnya, yaitu suarakan terus pluralisme, perjuangkan tanpa lelah pluralisme. Jadilah setiap dari kita Gus Dur-Gus Dur kecil. Pluralisme layak kita perjuangkan, karena ia adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk kita.</p>
<p>Sumber: HDNet</p>
<p>Tulisan ini juga dimuat di note facebook : budisepang[at]yahoo[dot]com</p>
<p>http://www.facebook.com/home.php?#!/notes/budi-sepang/merayakan-karunia-tuhan-rayakan-pluralisme-/438853392746</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kadeksugi.info/2010/10/merayakan-karunia-tuhan-rayakan-pluralisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alam Semesta Tidak Diciptakan oleh Tuhan</title>
		<link>http://www.kadeksugi.info/2010/09/alam-semesta-tidak-diciptakan-oleh-tuhan/</link>
		<comments>http://www.kadeksugi.info/2010/09/alam-semesta-tidak-diciptakan-oleh-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 22:38:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kadeksugi.info/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[LONDON &#8211; &#8220;Alam semesta tidak diciptakan oleh Tuhan,&#8221; ujar ilmuwan Stephen Hawking di dalam buku terbarunya.
Profesor Hawking percaya bahwa hukum fisika adalah faktor utama terjadinya Big Bang, sebuah ledakan besar yang menyebabkan terbentuknya alam semesta). Jadi pencipta alam semesta bukanlah Tuhan, seperti yang diceritakan di dalam kitab-kitab suci semua agama. Demikian seperti yang dikutip dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LONDON &#8211; &#8220;Alam semesta tidak diciptakan oleh Tuhan,&#8221; ujar ilmuwan Stephen Hawking di dalam buku terbarunya.</p>
<p>Profesor Hawking percaya bahwa hukum fisika adalah faktor utama terjadinya Big Bang, sebuah ledakan besar yang menyebabkan terbentuknya alam semesta). Jadi pencipta alam semesta bukanlah Tuhan, seperti yang diceritakan di dalam kitab-kitab suci semua agama. Demikian seperti yang dikutip dari Press Association, Kamis ( 2/9/2010).</p>
<p>Dalam buku yang berjudul &#8216;The Grand Design&#8217;, Profesor Hawking menyimpulkan jika alam semesta tercipta berkat adanya hukum gravitasi. Dengan demikian alam semesta bisa dan akan menciptakan dirinya sendiri dari ketiadaan.</p>
<p>&#8220;Penciptaan secara spontanitas adalah alasan bahwa ada sesuatu dari hal yang tidak ada. Itulah artinya mengapa alam semesta itu ada, mengapa kita ada,&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidaklah perlu untuk melibatkan Tuhan dalam menciptakan dan menjalankan alam semesta,&#8221; tambah Hawking.</p>
<p>&#8216;The Grand Design&#8217; merupakan buku terbaru dari ilmuwan yang menderita lumpuh permanen ini. Penulisan buku ini dibantu oleh Leonard Mlodinow, seorang ahli fisika asal Amerika. Buku tersebut akan dirilis pada tanggal 9 September dan diperkirakan bakal menjadi tantangan untuk teori dari Sir Isaac Newton yang menyebutkan bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan.</p>
<p>Profesor Hawking sebelumnya menerima keberadaan Tuhan berkaitan dengan penciptaan alam semesta dalam buku yang berjudul &#8216;A Brief of Time&#8217; (1988). Dalam buku tersebut ilmuwan yang lahir pada 1942 ini sempat menuliskan &#8220;Jika kita menemukan teori yang lengkap terkait penciptaan alam semesta, itu akan menjadi kemenangan yang besar bagi umat manusia. Untuk sementara itu, kita harus tahu pikiran dari Tuhan&#8221;. Namun kini pandangannya telah berubah. (srn)</p>
<p>Dikutip dari HDNet</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kadeksugi.info/2010/09/alam-semesta-tidak-diciptakan-oleh-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Makanan Berdasarkan Golongan Darah</title>
		<link>http://www.kadeksugi.info/2010/08/pilih-makanan-berdasarkan-golongan-darah/</link>
		<comments>http://www.kadeksugi.info/2010/08/pilih-makanan-berdasarkan-golongan-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 01:35:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kadeksugi.info/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Frustasi dengan program diet pelangsingan berat badan yang selalu gagal? Mungkin Anda perlu mencoba program penurunan berat badan dengan mengatur pola makan sesuai golongan darah. Cara ini menjadi pilihan sejumlah selebriti dunia.
Seperti dikutip dari laman Times of India, program diet golongan darah telah lama menjadi rahasia diet tubuh banyak bintang dunia. Salah satu penyanyi yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Frustasi dengan program diet pelangsingan berat badan yang selalu gagal? Mungkin Anda perlu mencoba program penurunan berat badan dengan mengatur pola makan sesuai golongan darah. Cara ini menjadi pilihan sejumlah selebriti dunia.</p>
<p>Seperti dikutip dari laman Times of India, program diet golongan darah telah lama menjadi rahasia diet tubuh banyak bintang dunia. Salah satu penyanyi yang mengaku menjalani diet golongan darah adalah Cheryl Tweedy.</p>
<p>&#8220;Ibuku bercerita tentang &#8216;Eat Right For Your Type&#8217;, yang menunjukkan apa yang harus dimakan dan apa yang harus dihindari tergantung pada golongan darah Anda,&#8221; katanya dalam wawancara baru-baru ini.</p>
<p>Pengikut lainnya bahkan telah membuktikan, bahwa program diet yang satu ini bekerja efektif mengurangi penumpahan lemak, meningkatkan energi, bahkan mencegah penyakit. Konsumsi makanan sesuai jenis golongan darah akan mempermudah Anda mencernanya.</p>
<p>Untuk itu, ketahui lebih jauh tentang diet berdasarkan tipe golongan darah.<br />
<span id="more-140"></span><br />
Golongan darah O</p>
<p>O merupakan golongan darah tertua, sehingga orang-orang dengan tipe ini merasa memiliki golongan darah terbaik. Pemilik golongan darah ini cenderung berprestasi tinggi dengan banyak energi dan sangat terorganisir.</p>
<p>Makanan yang bisa dimakan dengan bebas yakni daging tanpa lemak dan ikan. Sementara karbohidrat dan susu harus dikurangi.</p>
<p>Sedangkan olahraga yang pas untuk pemilik golongan darah O adalah cardio. Latihan di pagi hari lebih baik daripada malam hari. Jogging, bersepeda, berenang, atau jalan cepat juga bisa menjadi latihan yang pas untuk Anda.</p>
<p>Golongan darah B</p>
<p>Tidak ada golongan darah yang melambangkan segala sesuatu dengan &#8216;ekspresi moderasi&#8217; lebih dari B. Pemilik golongan darah ini cenderung sangat praktis.</p>
<p>Umumnya tipe golongan darah B lebih mudah menurunkan berat badan. Golongan darah B, bebas mengonsumsi daging, ikan, kopi, sayur-sayuran dan biji-bijian gandum. Namun, makanan olahan harus dihindari.</p>
<p>Sementara olahraga yang pas untuk jenis golongan darah ini adalah latihan moderat, yang menggunakan otak serta tubuh. Tim olahraga seperti kelas menari, netball atau kelas lainnya bisa menunjang diet jika dilakukan dua atau tiga kali seminggu .</p>
<p>Golongan darah A</p>
<p>Orang yang memiliki golongan darah ini cenderung sangat kreatif, pemecah masalah yang baik dan bisa sangat sensitif.</p>
<p>Golongan darah A perlu lebih banyak mengonsumsi protein dan biji-bijian. Kurangi makan daging dan lebih banyak sayuran, karbohidrat gandum. Makanan yang boleh dikonsumsi adalah kacang-kacangan, biji-bijian, sereal, pasta, buah dan sayuran. Sementara produk susu harus dihindari jika rentan terhadap alergi. Jangan terlalu banyak konsumsi daging.</p>
<p>Tipe orang dengan golongan darah ini biasanya kurang aktif berolahraga. Mereka cenderung lebih cocok melakukan olahraga yang santai selama 30 menit, seperti yoga, tai chi, berjalan, dan olahraga outdoor.</p>
<p>Golongan darah AB</p>
<p>Kombinasi jenis A dan B, Anda memiliki komponen makanan dari keduanya. AB memiliki bakat cerdik menjadi kreatif, memiliki pemikiran yang baik untuk bisnis dan bergaul dengan orang.</p>
<p>Hindari terlalu banyak daging. Ganti paket makanan Anda dengan makanan vegetarian dan jangan terlalu banyak mengonsumsi daging. Ikan, sayuran, karbohidrat dan biji-bijian adalah contoh makanan yang bebas dikonsumsi kapan saja.</p>
<p>Sementara jenis olahraga yang cocok untuk tipe golongan darah ini adalah yoga atau pilates seminggu sekali dan beberapa sesi boleh mencoba melakukan jogging ringan secara intens. (pet)</p>
<p>Sumber: VIVAnews</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kadeksugi.info/2010/08/pilih-makanan-berdasarkan-golongan-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersatunya Masjid, Gereja dan Pura di Desa Pancasila</title>
		<link>http://www.kadeksugi.info/2010/08/bersatunya-masjid-gereja-dan-pura-di-desa-pancasila/</link>
		<comments>http://www.kadeksugi.info/2010/08/bersatunya-masjid-gereja-dan-pura-di-desa-pancasila/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 12:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[introspeksi diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kadeksugi.info/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Eko Sudjarwo &#8211; detikSurabaya
Lamongan &#8211; Sebuah masjid di Lamongan memiliki keistimewaan dibanding masjid-masjid di daerah lain. Masjid berarsitektur Timur Tengah di Kota Soto ini justru berdiri berdampingan kokoh dengan tempat ibadah umat Hindu-Pura dan tempat ibadah umat Kristen-Gereja.
Masjid Miftahul Huda di Desa Balun, Kecamatan Turi-Lamongan berarsitektur kental timur tengah memiliki kubah besar di tengah, dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Eko Sudjarwo &#8211; detikSurabaya</p>
<p>Lamongan &#8211; Sebuah masjid di Lamongan memiliki keistimewaan dibanding masjid-masjid di daerah lain. Masjid berarsitektur Timur Tengah di Kota Soto ini justru berdiri berdampingan kokoh dengan tempat ibadah umat Hindu-Pura dan tempat ibadah umat Kristen-Gereja.</p>
<p>Masjid Miftahul Huda di Desa Balun, Kecamatan Turi-Lamongan berarsitektur kental timur tengah memiliki kubah besar di tengah, dengan dikelilingi 5 kubah kecil sebagi simbol penanda salat lima waktu.</p>
<p>Pengurus Takmir Masjid, Titis Suparno menuturkan, masjid yang awalnya dibangun dari wakaf seorang warga desa di tahun 1960-an ini dibangun oleh seorang penyebar agama Islam di Desa Balun tahun 1960-an. Peninggalannya berupa mimbar khutbah dari kayu jati dan sebuah bedug masih dapat di gunakan hingga saat ini.</p>
<p>Titis mengaku tak banyak mengetahui mengenai sejarah berdirinya masjid tersebut. Namun keistimewaannya, masjid ini berdiri kokoh berdampingan dengan tempat ibadah agama Hindu dan Kristen.</p>
<p>Bangunan masjid dan pura hanya dipisahkan jalan kampung selebar 4 meter. Bahkan, jika dilihat dari lokasi Pura Sweta Maha Suci ini, bangunan masjid seolah menyatu dengan bangunan pura. Tak hanya itu, tepat di depan masjid berjarak kurang lebih 50 meter, berdiri sebuah Gereja Kristen Jawi Wetan.<br />
<span id="more-138"></span><br />
Menurut Titis, berdirinya 3 tempat ibadah itu menjadi contoh tauladan bagi kerukunan umat beragama di Indonesia. Tak heran, Desa Balun terkenal dengan sebutan Desa Pancasila. &#8220;Kami saling menghormati dengan menjaga perasaan beragama masing-masing orang,&#8221; kata Titis kepada detiksurabaya.com, Kamis (26/8/2010).</p>
<p>Rasa saling menghormati juga diwujudkan selama bulan suci ramadan oleh penganut agama yang lain. Umat Hindu yang biasa beribadah pukul 19.00 WIB misalnya, terpaksa merubah jadwalnya sebelum Maghrib. Karena pada pukul 19.00 WIB umat Islam sedang menjalankan salat tarawih.</p>
<p>Keragaman keyakinan warga Desa Balun sudah terjalin sejak lama, saat masing-masing tokoh agama menyebarkan agama di desa tersebut. Sedikitnya 1.500 kepala keluarga, 75 persen warga Desa Balun beragama Islam, 15 persen beragama Kristen dan sepuluh persen sisanya beragama Hindu. (fat/fat)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kadeksugi.info/2010/08/bersatunya-masjid-gereja-dan-pura-di-desa-pancasila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo Cek Kartu Jamsostek</title>
		<link>http://www.kadeksugi.info/2010/08/ayo-cek-kartu-jamsostek/</link>
		<comments>http://www.kadeksugi.info/2010/08/ayo-cek-kartu-jamsostek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 16:18:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Asuransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kadeksugi.info/2010/08/ayo-cek-kartu-jamsostek/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta (ANTARA) &#8211; Sampai saat ini PT Jamsostek telah menyimpan dana lebih dari Rp6 miliar milik peserta yang alamat dan kepemilikannya tidak jelas, atau tak bertuan.
Oleh karena itu, PT Jamsostek akan mencari alamat para pemiliknya karena sudah ditinggal sejak sekitar 30 tahun silam, kata Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga kepada pers di Jakarta, Selasa
Kepada mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta (ANTARA) &#8211; Sampai saat ini PT Jamsostek telah menyimpan dana lebih dari Rp6 miliar milik peserta yang alamat dan kepemilikannya tidak jelas, atau tak bertuan.</p>
<p>Oleh karena itu, PT Jamsostek akan mencari alamat para pemiliknya karena sudah ditinggal sejak sekitar 30 tahun silam, kata Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga kepada pers di Jakarta, Selasa</p>
<p>Kepada mereka yang merasa punya atau pernah menjadi peserta Jamsostek untuk segera melapor, dan pihaknya akan memberikan bantuan teknis jika hal itu diperlukan, katanya.</p>
<p>Menurutnya, pengembalian dana milik peserta yang lama tidak diurus itu merupakan tanggungjawab PT Jamsostek yang ke depan akan terus menuju ke arah transparansi sebagai pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).</p>
<p>Untuk itu, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera mengumumkan kepada publik, membuka pelayanan pengurusan terhadap dana milik peserta yang selama ini tidak dilanjutkan atau tidak diurus, kata Hotbonar seraya menambahkan, Jamsostek saat ini melakukan registrasi ulang untuk memastikan pemilik sesungguhnya dan menghindari keaggotaan ganda.</p>
<p><span id="more-136"></span><br />
Pada kesempatan itu, Hotbonar didampingi Direktur Operasi, Ahmad Anshori, Direktur Investasi, Elvyn G. Masassya, Direktur Kepatuhan Karsanto, mengatakan, dana milik peserta yang alamat pemiliknya tidak jelas itu jumlahnya mencapai lebih dari Rp6 miliar jika dilihat dari jumlah peserta non aktif secara total.</p>
<p>&#8220;Kita mengklasifikasikan dana milik pekerja non aktif ada yang sudah lima tahun, 10 tahun, 15 tahun sampai 30 tahun. Jumlahnya ini jutaan orang, dan nilainya miliaran rupiah,&#8221; katanya lagi.</p>
<p>Menurut Hotbonar, hal itu terjadi karena banyak peserta Jamsostek ketika pindah ke purusahaan lain tidak dilanjutkan lagi atau tidak diurus oleh perusahaanya atau pesertanya.</p>
<p>&#8220;Mungkin saja ada perusahaan yang nakal, yang tidak membayar sesuai dengan peraturan perundang-undangan sehingga hal ini tidak diinformasikan kepada peserta, selain peserta sendiri tidak mengerti kalau dirinya dimasukkan ke dalam program Jamsostek.</p>
<p>Dalam era transparansi ini, pihaknya akan menjadikan perusahaan yang dapat dipercaya oleh masyarakat luas. Usaha mengembalikan dana kepada pemiliknya itu karena Jamsostek sesungguhnya hanya memegang amanah untuk menyimpan dan mengembangkan dana milik pesertanya.</p>
<p>Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, tujuan mengembalikan dana milik peserta yang &#8220;tidak bertuan&#8221; itu, untuk menurunkan jumlah peserta non aktif, dan meningkatkan jumlah peserta yang aktif sehingga struktur keuangan Jamsostek akan lebih baik, karena saat ini jumlah anggota Jamsostek non aktif justru paling besar.</p>
<p>&#8220;Selain itu, Jamsostek akan mengelola dana milik peserta yang memang jelas. Kalau ada yang punya harus dikembalikan atau disuruh untuk melanjutkan agar menjadi peserta aktif,&#8221; katanya.</p>
<p>Catatan Jamsostek menunjukkan, perkembangan kepesertaan program Jamsostek sampai Juni 2010, jumlah tenaga kerja yang aktif mencapai 8,9 juta, sedang non aktif 21,6 juta orang. Sementara jumlah perusahaan peserta Jamsostek yang aktif ada 127.106 perusahaan dan peserta perusahaan non aktif 88.589 perusahaan.</p>
<p>Sementara untuk pembayaran dan santunan secara nasional sampai Juni 2009 sebanyak 504.883 kasus dengan jumlah pembayaran sebesar Rp3,53 trilun.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan pembayaran jaminan santunan secara nasional selama 2010 (per juni) terdapat kenaikan menjadi 526.646 kasus, namun nilai pembayarannya turun menjadi Rp3,39 triliun.</p>
<p>Sumber: Yahoo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kadeksugi.info/2010/08/ayo-cek-kartu-jamsostek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Access Forbidden: Too many users are connected Internet Information Services</title>
		<link>http://www.kadeksugi.info/2010/08/access-forbidden-too-many-users-are-connected-internet-information-services/</link>
		<comments>http://www.kadeksugi.info/2010/08/access-forbidden-too-many-users-are-connected-internet-information-services/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 22:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[dot Net]]></category>
		<category><![CDATA[ASP.Net]]></category>
		<category><![CDATA[IIS]]></category>
		<category><![CDATA[MVC]]></category>
		<category><![CDATA[Software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kadeksugi.info/2010/08/access-forbidden-too-many-users-are-connected-internet-information-services/</guid>
		<description><![CDATA[Tugas melakukan konfigurasi IIS 5 (bawaan Windows XP) untuk bisa deploy ASP.net MVC1 sudah rampung. Para programmer sudah bisa melakukan deploy di server. Setelah jalan hampir sebulan, tim tester mulai melakukan tes terhadap pekerjaan programmer untuk memastikan bahwa pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang ada di dokumen Software Design Specification (SDS). Selain itu juga memberikan masukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tugas melakukan konfigurasi IIS 5 (bawaan Windows XP) untuk bisa deploy ASP.net MVC1 sudah rampung. Para programmer sudah bisa melakukan deploy di server. Setelah jalan hampir sebulan, tim tester mulai melakukan tes terhadap pekerjaan programmer untuk memastikan bahwa pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang ada di dokumen Software Design Specification (SDS). Selain itu juga memberikan masukan jika ada look and feel yang kurang sesuai, sehingga pada akhirnya software yang dideliver bisa memuaskan costumer.</p>
<p>Ketika beberapa programmer dan tester bekerja secara bersama-sama, mulai muncul gangguan-gangguan kecil, dimana tiba-tiba saja koneksi putus. Awalnya dikira karena masalah jaringan, setelah dicek ternyata jaringan baik-baik saja. Kemudian tersangka berikutnya adalah mungkin ada logic programming yang salah sehingga ada proses looping tak terhingga. Setelah inspeksi source code, ternyata bukan ini juga penyebabnya. Lalu dicoba hanya 1 user yang terkoneksi, ditunggu beberapa lama, ternyata tidak ada masalah.</p>
<p><span id="more-132"></span></p>
<p>Dengan bantuan searching di internet akhirnya ketemu penyebabnya. Ternyata penyebabnya karena menggunakan sistem operasi non-server, yaitu Windows XP, dimana hanya bisa maksimal  10 koneksi http. Jumlah ini ternyata tidak sama dengan jumlah user/jumlah browser yang mengakses IIS. Satu browser bisa membuat lebih dari satu koneksi.</p>
<p>Syukurlah ada cara untuk menaikkan limit ini, meski hanya bisa menjadi  40 koneksi. Caranya sebagai berikut:<br />
1. Buka command prompt (cmd)<br />
2. Navigasi ke <span style="font-family: Courier New;">C:\Inetpub\AdminScripts</span><br />
3. Ketikkan: <span style="font-family: Courier New;">Cscript.exe adsutil.vbs set w3svc/MaxConnections 40</span></p>
<p>Di layar akan muncul :</p>
<p><span style="font-family: Courier New;">Microsoft (R) Windows Script Host Version 5.7<br />
Copyright (C) Microsoft Corporation. All rights reserved.</span></p>
<p><span style="font-family: Courier New;">MaxConnections                  : (INTEGER) 40</span></p>
<p>Selamat mencoba.<br />
Kalau ada yang menemukan cara supaya limit koneksi bisa lebih banyak lagi, tolong dibagi-bagi ilmunya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kadeksugi.info/2010/08/access-forbidden-too-many-users-are-connected-internet-information-services/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Cincin Pernikahan Harus Ditaruh di Jari Manis?</title>
		<link>http://www.kadeksugi.info/2010/08/mengapa-cincin-pernikahan-harus-ditaruh-di-jari-manis/</link>
		<comments>http://www.kadeksugi.info/2010/08/mengapa-cincin-pernikahan-harus-ditaruh-di-jari-manis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 01:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kadeksugi.info/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Ikuti langkah  berikut ini, Tuhan benar-benar membuat keajaiban :

Pertama, pertemukan kedua  telapak tangan anda, jari tengah saling silang ditekuk ke  dalam.
Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan  ujungnya.
Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang  tidak terpisahkan..
Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari mewakili  orang tua, ibu jari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ikuti langkah  berikut ini, Tuhan benar-benar membuat keajaiban :</p>
<ol>
<li>Pertama, pertemukan kedua  telapak tangan anda, jari tengah saling silang ditekuk ke  dalam.</li>
<li>Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan  ujungnya.</li>
<li>Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang  tidak terpisahkan..</li>
<li>Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari mewakili  orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari  nanti.</li>
<li>Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk  anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereka memiliki keluarga  sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.<br />
Sekarang tutup  kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat  atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.</li>
<li>Selanjutnya, tutup jari  kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin  perkawinan anda, kamu akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka.  Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan kamu  akan terus melekat satu sama lain. Di coba ya.</li>
</ol>
<p>Ketika otak menerima pesan  untuk menggerakkan jari telunjuk kita, dapat digerakkan. Begitu juga dengan jempol,  tengah, dan kelingking kita. Mengapa jari manis tetap diam tak dapat  digerakan meskipun otak ini bersikeras mengoyahkan??? Itulah kenapa dari dulu  cinta didasarkan pada dorongan kuat dari perasaan&#8230;.. bukan dari otak atau  otot.</p>
<p>Terasa kan sekeras apapun otak dan otot kita bersikeras menggerakan  jari manis kita,tetap tak bisa digoyahkan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kadeksugi.info/2010/08/mengapa-cincin-pernikahan-harus-ditaruh-di-jari-manis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Defragmenting Diri</title>
		<link>http://www.kadeksugi.info/2010/08/defragmenting-diri/</link>
		<comments>http://www.kadeksugi.info/2010/08/defragmenting-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 13:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imsa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kadeksugi.info/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Setelah cerita singkat tentang doa yang indah, ada inspirasi indah yang layak dipetik hikmahnya berikut ini.
Oleh: Prabu Darmayasa
Suatu ketika, sekitar tahun 1992/93-an atau sekitar tahun-tahun itu, saya mengajak almarhum Cokorde Raka Pemayun  jalan-jalan menelusuri pinggiran kota New Delhi, sambil membelikan buku-buku tentang Agni Hotra. Pak Cok sangat senang diantar mengenal kota Delhi, khususnya deretan toko-toko [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah cerita singkat tentang <a href="http://www.hindu-dharma.org/2010/08/doa-yang-indah/" target="_blank">doa yang indah</a>, ada inspirasi indah yang layak dipetik hikmahnya berikut ini.</p>
<p>Oleh: Prabu Darmayasa</p>
<p>Suatu ketika, sekitar tahun 1992/93-an atau sekitar tahun-tahun itu, saya mengajak almarhum Cokorde Raka Pemayun  jalan-jalan menelusuri pinggiran kota New Delhi, sambil membelikan buku-buku tentang Agni Hotra. Pak Cok sangat senang diantar mengenal kota Delhi, khususnya deretan toko-toko buku. Tetapi Pak Cok selalu berdesah sambil mengintip wajah saya yang kusam karena 6 orang yang saya bantu membayarkan tiketnya ternyata menghilang tanpa berita.</p>
<p>Bersama Pak Cok saya mencari ke alamatnya di daerah seberang sungai suci Yamuna, namun ternyata orangnya lenyap tanpa pesan. Kecemasan sangat mengganggu kesadaran dan wajah saya. Setelah Pak Cok kembali ke Indonesia, saya segera memohon bantuan GuruJi. Guru Ji kalau melihat wajah saya sedih biasanya beliau tidak tahan. Dan memang Guru Ji langsung masuk kamar sucinya ketika saya laporkan kejadian itu. Tiada lama kemudian beliau keluar kamar dan berkata, “Lain kali jangan mengumbar kebaikan seperti itu. Tapi kau jangan khawatir. Orang itu segera akan datang membayar tiketnya&#8230;” Dan memang, keesokan harinya orang itu tanpa dicari datang ke rumah membawakan uang tiket.</p>
<p>Sekarang pun, kalau saya ingat-ingat kejadian itu, saya menjadi agak terganggu. Semoga cerita ini mengingatkan kita semua agar membatasi diri menolong orang tanpa kita harus menjadi stress berat tanpa alasan.</p>
<p>Tiba di rumah setelah jalan-jalan bersama Pak Cok ke tempat yang saya ceritakan tadi, saya segera menghidupkan komputer agar pikiran teralihkan ke hal lain. Pak Cok sangat pintar mengintip kesempatan menjauhkan pikiran saya dari gangguan masalah serius itu. Melihat cara kerja komputer saya agak lambat, dengan nada suara agak tinggi Pak Cok menjelaskan bahwa dalam merawat komputer ada yang namanya defragment.<br />
<span id="more-125"></span><br />
Sebelum di defragmented semua file-file tempatnya tidak teratur dan semrawut. Selain mengganggu sistem kerja komputer kita melihatnya juga tidak senang karena serba tidak teratur.</p>
<p>Begitu pula keadaan kesadaran/kepala kita, ternyata kita terlalu banyak menempatkan dan memasukkan dengan paksa bubur “Kichrii”[1] ke kepala kita serta alpa merapikan tempat-tempat atau ruang di kepala kita dari apa-apa yang kita masukkan ke kesadaran kita. Segala apa yang kita dengar, segala apa yang kita lihat, tanpa pertimbangan baik-buruk, benar-salah, semua itu kita biarkan masuk dan mengacaukan kesadaran kita. Bahkan kadang kita sendiri sadar sesadar-sadarnya dengan paksa memasukkan segala “sampah-sampah” tersebut ke kepala atau kedalam kesadaran kita tanpa pertimbangan dan tanpa kebijakan indah yang bernama ‘Viveka’.</p>
<p>Vivekaartinya daya mempertimbangkan baik-buruk, benar-salah, spiritual-tidak spiritual, agama-tidak agama, material-spiritual, menguntungkan-merugikan dan lain-lain. Sangat disayangkan bahwa kita tidak mempertimbangkan baik-buruk dari segala sesuatu tersebut. Kita hanya memasukkan dan memasukkan ke kepala kita tanpa rasa bertanggung-jawab sedikit pun kepada kesadaran kita, tanpa merasa kasihan pada diri kita sendiri. Kita manfaatkan diri dan kesadaran kita tidak kurang dan tidak lebih hanya dan hanya sebagai keranjang sampah. Terkadang kita perlakukan dia sebagai tong sampah dalam bentuk ember buruk yang sudah tidak terpakai, terkadang tempat sampah dari tas kresek/plastik, terkadang ia berbentuk indah seperti yang dijumpai di hotel-hotel berbintang 5. Tetapi, walau ia berada di kamar indah ruang hotel berbintang lima dalam bentuk bersih bagus, ia tetap kita pergunakan sebagai tempat penampungan sampah&#8230;</p>
<p>Tidak kurang dan tidak lebih kita telah memanfaatkan badan dan kesadaran kita seperti itu, yaitu saya ulangi lagi dengan penggarisbawahan huruf tebal, hanya sebagai tong sampah. Coba sesekali kita lihat dan perhatikan bagaimana orang-orang membuang sampah?</p>
<p>Mereka membuang begitu saja secara sembarangan. Tidak menempatkan, tetapi membuang. Semua yang pecah-belah dan busuk-busuk dimasukkan dengan paksa ke sana.</p>
<p>Akhirnya ruang yang tersedia kini menjadi tidak ada sama sekali karena telah terisi penuh dengan kotoran dan barang pecah belah yang telah hancur.</p>
<p>Sekarang kita lihat di kamar kita sendiri atau di dalam almari kita di rumah, ternyata kita juga memasukkan barang-barang yang tidak keruan-keruan dengan cara tidak keruan-keruan. Asal meletakkan, asal menempatkan dan apa yang kita bawa kita juga tidak tahu. Uniknya lagi, kita juga tidak tahu untuk apa kita membeli, membawa serta menempatkan barang-barang tersebut di sana? Akhirnya tempat/ruangan kita menjadi kepenuhan karena ketidakteraturan penempatan barang-barang. Kesadaran kita menjadi penuh dan jenuh tanpa alasan, karena kita secara tidak bertanggung jawab tanpa sadar telah memasukkan begitu banyaknya hal-hal, masalah-masalah, serta ketegangan-ketegangan duniawi kedalamnya.</p>
<p>Kita telah menyiksa diri kita tanpa alasan. Banyak masalah-masalah yang sebenarnya kita tidak perlu masukkan dan simpan di dalam kesadaran kita, tetapi kita paksa menyimpannya dengan “penuh keterikatan” dan penuh kecemasan<br />
sampai-sampai kita harus stress berat berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, bahkan juga seumur hidup. Untuk apa semua itu???? Mengapa kita tidak segera mengadakan program degrafmenting kesadaran???</p>
<p>Kalau seseorang ingin maju terus dengan aman di dalam perjalanan spiritualnya, maka sekali-sekali ia harus dengan tegas mengadakan defragmenting kesadaran dalam hidupnya.</p>
<p>Sumber: HDNet</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kadeksugi.info/2010/08/defragmenting-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

